Akhirnya tiba juga hari itu. Hari Sabtu, 18 Maret 2006. Hari yang mungkin ditunggu oleh beberapa anggota milis pembacaanadia. Hari itu, seperti sudah direncanakan, sekitar 10 orang anggota milis mo ngadain acara kopdar-an bareng mba Asma.
Pagi, jam 9, aku sudah bersiap dan berberes, termasuk nyiapin buku-bukunya mba Asma buat ditanda tanganin. Diitung-itung. Wah…banyak juga yach. Kemarin mb Sita bilang mo bawa dua karung, brarti aku bawa semua aja ahh. Empat belas buku sudah masih tas. Wah, berat juga.
Selanjutnya aku langsung meluncur (eh, kayaknya ga tepat dech pilihan kata ini, emangnya lagi main sky? Wong ini jalan kaki kok) menuju kampus. Di kampus sudah menunggu Irna, temenku yang aku ajak tuk ikutan. Ahh…tidaaak. Dia pake baju hijau juga!! Tapi terlihat anggun dipadu dengan jilbab warna hijau warna soft dan rok hitam. Tinggal menunggu satu teman lagi, yaitu Rani. Hmm… Alhamdulillah. Dia pake baju biru, untung ga pake hijau, bisa-bisa kalo jalan bareng nanti dikira anak panti asuhan deh. Yuks, langsung berangkat.
Perjalanan cukup lancar. Mungkin karena ini hari sabtu kali, jadi banyak kantor pada libur. Kami bertiga sampai di PIM pukul 11 lewat dikit. Wah, telat nich…
“Maaf Pak, PIM 2 yang sebelah mana yach ?”, tanyaku pada seorang polisi di depan PIM. Daripada nyasar, pikirku.
“Itu yang sebelah sana”, jawab sang polisi sambil menunjuk bangunan megah di seberang jalan.
“Terus cara nyebrangnya gimana Pak? Maksud saya apa ada jembatan penyeberangan?”, tanyaku lugu.
“Lhah, kan bisa lewat situ”, jawab sang polisi sambil menunjuk sebuah koridor penyeberangan yang tepat di samping kami.
Ini anak pasti belum pernah ke PIM, mungkin itu yang terpikir oleh polisi tadi. Bodo amat, mang belum pernah sih.
“Sekarang kita tinggal nyari tempatnya, Na…”
“Cari Pizza Hut Na.”
“Itu kan ada peta gedungnya, kita liat aja yuk..”, usul Irna.
“Nah, itu dia Pizza Hut. Tapi kok sepi yach..”.
“Eh, liatin di dalem ada orang yang pake jilbab gak ?”, bisikku pada Irna.
Ups.. Ada seorang cewek dengan jilbab warna biru di depan pizza hut. Tampaknya sedang mencari atau menunggu seseorang. Terlihat dari pandangan matanya. Mungkin ini salah satu peserta kopdar juga, pikirku. Hmm…daripada mencari-cari seperti anak hilang, mendingan aku telepon mba Sita aja. Ternyata yang ditelepon, sudah mengawasi kehadiran kami. Jadi tidak terlalu lama kami bertiga telah bergabung bersama mba Sita, suami mba Sitam dan mas Acep. Yang lain ternyata belum datang. Persis seperti dugaanku, cewek berjilbab biru yang tadi berada di depan pizza hut juga ikut bergabung bersama kami dan memperkenalkan diri sebagai Liza.
Selanjutnya satu per satu peserta kopdar berdatangan, Yani, Leni, Heppy, dan Ami. Orang yang paling ditunggu akhirnya datang juga, mba Asma datang dengan yayanknya, eh suaminya. Mengenakan kerudung putih-pink yang dipadu dengan baju bergaris warna sejenis, menambah kesan keceriaan dan senyum di wajahnya. Mba Asma langsung menyalami (yang cewek tentunya) kami semua dan langsung nyerocos (maaf mba kalo pilihan kata ini kurang tepat, hehe2x) tanya ini dan tanya itu. Tidak tampak lelah sama sekali, walau telah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Aku sempet mencari-cari banyangan Caca, tapi tidak menemukannya. Kata mba Asma, Caca lagi sama neneknya.
Setelah mba Asma datang, menyusul datang mba Ida dan mba Titi.
Acaranya cukup seru. Sambil menikmati pizza, mba Asma minta masing-masing tuk memperkenalkan diri dan menyebutkan satu fakta yang belum diketahui. Hehe2x, ternyata kebanyakan banyak yang belum pernah ke PIM. Hehe2x, ternyata banyak temennya. Perkenalan sempat terhenti saat giliran mba Yani, soalnya jadi nyambung kesana kemari, dari keluarga sampai selingkuh. Hehe2x. Sambil diskusi kesana kemari, mba Asma juga bagi-bagi buku. Duh senangnya. Aku milih buku kumpulan cerpen “Addicted 2 U”. Makasih ya mba.
Tanpa terasa, sudah jam 2 siang. Blum sholat nich. “Oke, adakah buku yang musti mba tanda tangani”, mba Asma menawarkan. Wadhuh, banyak banget nich. Kalo semua dikeluarin, gak enak donk sama yang lainnya, juga sama mba Asma, kan capek harus tanda tangan semua. Tapi kalo gak dikeluarin semua, percuma donk sudah bawa berat-berat ke sini.
“Mba, kalo mba capek, gak usah semua ditanda tangani deh”, kataku.
“Enggak kok Achmad, gpp kok.”, tolak mba Asma.
Hmm…mba Asma mang baik deh.
Alhamdulillah, acara selesai dan sebelum berpisah kita foto-foto bareng di depan Pizza Hut. Saking serunya acara foto-foto ini, sampe-sampe seorang satpam mendatangi kami.
“Mas…Mba…dilarang foto-foto di sini yach”, katanya mantap.
“Oh, maaf deh kalo gitu Pak”, jawab mba Ami sopan.

Beberapa foto lain bisa dilihat di http://achmatim.multiply.com/photos/photo/3
Saatnya berpisah. Semua pulang dengan membawa oleh-oleh dari mba Asma dan juga dari temen-temen yang lain. Bukan materi yang utama, tapi pengalaman dan semangat baru. Ya semangat tuk terus berkarya. Seperti pesan mba Asma di samping tanda tangannya di beberapa bukuku,
To Achmad Solichin
“Nulis Yuk !”
Emm…bisakah aku memenuhi ajakan itu..?
Mba Asma, thanks 4 all…