Saat Itu
Saat itu,
ku sedang termenung sore hari,
berselimut udara yang mulai dingin,
diterpa angin semilir,
semakin dingin.
Saat itu,
sebuah sms menggetar
kau mengatakan rumah tlah gelap, aneh
namun sesaat tlah menjadi benderang,
oleh dua puluh tiga lilin
di atas kue yang tampak manis
dikelilingi anak kecil yang selalu tersenyum
tiap hari, padamu
Saat itu,
kupinta maafmu
ku tak bisa menghadiahi sebuah kehadiran
ku hanya bisa titip pada hembusan angin
kupinta maafmu, kembali
dan kupinta pintamu
kau hanya meminta ikhlasku,
tuk mendampingi, menyayangi, dan membimbingmu slalu
Saat itu,
ditemani dingin tengah malam
disaat kau memulai tahun kedua-puluh-tigamu
kurangkai sebait puisi
kubisikkan lewat getar-getar sms
untukmu
dan berharap semoga dirimu selalu menjadi lebih baik,
semoga dirimu selalu mewarna indah
semoga dirimu selalu bersinar hangat
semoga dirimu selalu tersenyum ceria
Saat itu,
kubisikkan “Selamat Ulang Tahun, Otimku…”
Teruntuk Chotimatul Musyarofah, 12 Maret 1983 - 12 Maret 2006
