Achmatim ~ Harapan Terindah

April 11, 2006

Antara Jakarta, Banyumas dan Jogja

Filed under: Personal, Perjalanan

Perjalanan singkat, perjalanan seru, perjalanan lucu, perjalanan romansa, perjalanan melelahkan, perjalanan membahagia, perjalanan antara Jakarta, Banyumas dan Jogja.

Berikut kisah singkatnya :

Perjalanan dimulai hari Kamis 6 April sore, tepatnya pukul 17.45 WIB. Saya dan Putut naik bis Sinar Jaya dari Ciledug. Perjalanan cukup melelahkan. Beberapa kali bis berhenti untuk pemeriksaan penumpang dan beristirahat, menjadikan perjalanan terasa lambat. Ditambah lagi kondisi jalan yang rusak di sana sini. Akhirnya sampai juga di Sumpiuh sekitar pukul 06.00 pagi. Tak lupa, saya sms temanku, otim, yang mau ikut ke Jogja, untuk datang ke rumah jam 07.00 pagi. Sampai di rumahku (Selandaka, Sumpiuh, Banyumas) pukul 06.15. Kami istirahat sejenak sambil nunggu Otim. Pukul 07.00 tepat, Otim datang naik motor.

Pukul 08.00 pagi, perjalanan dilanjutkan ke Jogja. Kami, _saya, Putut dan Otim_ bertiga naik bis “Aman” menuju terminal bis Jogja. Tujuan utama kami adalah menghadiri pernikahan Mba Iin di Gunung Kidul. Mungkin karena kecapean, Putut langsung tertidur, setelah beberapa saat bis berjalan. Sementara saya nemenin Otim baca novelet “Sebuah Janji untuk Istriku”. Seru. Kita berdialog tentang cerita, tokoh dan apa yang terjadi dalam novelet tersebut. Tak terasa satu buku habis dibaca. Ada desir mendera di dada ini. Ada janji yang terukir di hati ini.

Sampai di Jogja pukul 12.25. Wadhuh… hari Jumat lagi. Blum sholat jumat. Langsung menuju ke masjid di terminal, tapi kayaknya gak dapet dech. Kami sholat di masjid dan foto-foto sebentar. Karena perut sudah teriak-teriak, jadinya kami makan dan minum dulu. “Indomie dua, es teh satu, es jeruk satu dan fruitea satu ya mas..”.

Selanjutnya, pukul 13.30 kami naik bis jurusan Jogja-Solo. Turun di Galwas (atau Galmas yach?). Nah, sampai di situ bingung dech, mo naik apa. Seorang tukang delman yang sudah cukup berumur mendekat dan tanya mau kemana. Kita jawab aja mau ke Gedhang Sari. Setelah ngobrol dan tawar menawar dengan tukang delman, akhirnya kita sepakat untuk dianterin dengan delman ke tempat tujuan. Seru juga. Di tengah perjalanan kita bertiga tertawa kegelian. Apalagi pas delman yang kita naiki ketemu sama delman lain. Kudanya seolah kesengsem sama kuda delman tersebut. Kuda delman yang kita naiki seperti mengejarnya, hingga penumpang yang naik di delman satunya ketakutan. Hihihihi…. trus kudanya jalannya aneh, sampe-sampe mau nabrak orang yang lagi naik sepeda. Otim pun teriak ketakutan dibuatnya. Hehe2x. Ada kelucuan di sana.

Delman hanya mengantar kita sampai ke daerah Gempol. Kita bertiga melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek “dadakan”. Sempet berdebat juga soal harga dan tempat yang dituju. Setelah bertanya beberapa kali ke penduduk, dan juga nyasar ke sana kemari, akhirnya sampai juga di tempat Mba Iin. Jam hampir menunjukkan pukul 16.00 sore.

Salam sana salam sini, trus makan-makan, trus foto-foto, trus ngobrol-ngobrol deh. Tiba-tiba mba iin begitu ceria dengan kedatangan kita. Mba iin minta kita nginep di tempatnya karena hari sudah sore. Lalu kita adakan rapat pleno tertutup. Saya, putut dan otim. Mencari jalan keluar, mau nginep atau melanjutkan perjalanan ke tempat simbah putut. Akhirnya keputusan disepakati bahwa kita akan nginep dengan catatan, pagi harinya minta anterin sama mba iin ke bawah.

Sore menjelang maghrib, kita mandi di tempat pemandian umum. Seru juga. Mandi dengan air segar pegunungan. Malam hari ikut acara jejer-pengantin. Foto-foto juga. Seru. Acara selesai jam 23.00 malem. Kita sempet ngobrol-ngobrol. Mata terasa berat. Saya ngobrol sama mba iin sampai jam 01.00 dini hari. Sementara putut sudah terlelap dalam mimpinya. Menjelang tidur, otim mengingatkan untuk bangunin pagi-pagi. Ada getar kasih sayang di sana.

(bersambung)

Acara Jejer Mba Iin

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main