Achmatim ~ Harapan Terindah

June 22, 2006

Celengan Kasih Sayang

Filed under: Personal, Love

Celengan kasih sayang ?? Duh, apaan tuh ? Hehe2x, ada-ada saja memang, banyak istilah aneh yang muncul tiba-tiba di sela-sela ‘obrolan’ aku-dan-dia :p

Yap, celengan kalo dilihat dari history katanya berasal dari bahasa Jawa dan berarti sebuah tempat penyimpanan uang yang tersembunyi dan ditaruh di rumah. Dari bentuknya, celengan umumnya merupakan sebuah tempat yang memiliki lubang kecil tempat memasukkan uang. Uang dalam celengan tidak dapat diambil dengan mudah, kecuali dengan merusak celengannya. Celengan banyak macemnya. Ada yang terbuat dari tanah liat dengan bentuk yang beraneka, ada juga yang terbuat dari bahan plastik, dan bahkan ada juga yang terbuat dari bambu. Saya masih ingat dulu waktu masih kecil bikin celengan di ranjang tempat tidur yang terbuat dari bambu. Jadi kalo uangnya mau diambil ya harus merusak ranjangnya. Hehe2x… :D

Back to title. Celengan kasih sayang boleh dibayangkan sebagai tempat penyimpanan juga, tapi tidak berbentuk, sifatnya abstrak (hehe2x) dan yang disimpan juga bukan uang atau recehan, tapi berupa rasa kasih sayang. Istilah ini muncul karena aku-dan-dia sadar bahwa rasa kasih dan sayang ini belum bisa (dan belum boleh) dinyatakan secara eksplisit dan secara bebas. Sehingga aku-dan-dia ingin menyimpannya untuk masa depan, saat waktu itu tiba. Dan untuk memperbanyak celengan kasih sayang, aku-dan-dia saat ini akan selalu berusaha berbagi kasih dan sayang untuk orang lain; orang tua, keluarga, sahabat, teman dan semuanya.

Dan semoga 4JJI mengijinkan aku-dan-dia membukanya bersama-sama suatu saat nanti sehingga aku-dan-dia bisa memiliki kasih sayang yang cukup untuk mengarungi sisa hidup ini. Amin :)

June 19, 2006

Hadiah Terindah

Filed under: Motivasi

Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang bisa juga hadir lewat surat, telepon, foto, atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.

Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan.

Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati.

Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan tanggapan yang tepat setelah itu.

Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.

Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

Keindahan
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika mengkadokannya tiap hari ! Selain juga keindahan penampilan pribadi.

Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita.

Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya.

Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu ? Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado “kesediaan mengalah”.

Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ?

Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah.

Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang kita kasihi ?

Sumber : milis cetivasi

June 5, 2006

It’s My Day

Filed under: Personal


5 Juni 1982
:
:
:
:
:
:
5 Juni 2006

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main