Antara Jakarta, Banyumas dan Jogja (2)
Perjalanan singkat, perjalanan seru, perjalanan lucu, perjalanan romansa, perjalanan melelahkan, perjalanan membahagia, perjalanan antara Jakarta, Banyumas dan Jogja.
Kita lanjutkan perjalanan kita. Hari Sabtu, 08 April 2006. Pagi-pagi jam setengah lima, otim bangunin lewat sms. Segera aku ajak ambil air wudhu dan sholat subuh berjamaah. Indahnya hidup. Selesai sholat, mata terasa berat. Tidur lagi. Ngelirik putut juga masih terlelap dengan wajah tanpa dosanya, hehe2x. Tiba-tiba hp bergetar. Otim mengingatkan untuk jangan tidur, soalnya kita berencana mau pulang pagi-pagi. Ya udah kita ngobrol aja deh. Tentang sketsa masa depan. Ada harapan indah di sana.
Sebelum pulang, kami bertiga sempet jalan-jalan ke lingkungan sekitar. Naik gunung. Udaranya masih segar. Udara pegunungan. Kami pulang ikut keluarga pengantin pria sampai di daerah Bendho. Tujuan selanjutnya adalah Prambanan. Kapan lagi kan bisa ke situ
Pukul 11.00 siang, udara Prambanan sangat panas. Menyengat. Pantas saja banyak jasa penyewaan payung di sini. Hanya dua ribu rupiah katanya. Setelah membeli tiket, seharga 8000 rupiah, kami masuk ke area utama Prambanan. Ohya, bagi yang membawa kamera, dikenakan biaya tambahan 1000 rupiah per kamera. Kami berkeliling menikmati suasana Prambanan. Konon ada 1000 candi lho.. tapi yang jelas kami tak berniat untuk menghitung ulang jumlahnya. Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia bahkan konon di Asia Tenggara.

Kompleks Candi Prambanan mempunyai 3 halaman, yaitu halaman pertama berdenah bujur sangkar, merupakan halaman paling suci karena halaman tersebut terdapat 3 candi utama (Siwa, Wisnu, Brahma), 3 candi perwara, 2 candi apit, 4 candi kelir, 4 candi sudut/patok. Halaman kedua juga berdenah bujur sangkar, letaknya lebih rendah dari halaman pertama. Pada halaman ini terdapat 224 buah candi perwara yang disusun atas 4 deret dengan perbandingan jumlah 68, 60, 52, dan 44 candi. Susunan demikian membentuk susunan yang konsentris menuju halaman pusat. Dengan demikian, kompleks Candi Prambanan dibangun dalam suatu kesatuan konsep, yaitu Candi Siwa sebagai sentral pemujaan arca Siwa Mahadewa sebagai arca utamanya. Hal ini sesuai dengan pemberitaan dalam prasasti Ciwagrha tahun 856 M yang dikeluarkan oleh Rakai Pikatan (dikutip dari http://www.jawapalace.org/prambanan.htm)
Sambil berkeliling, sesekali kita foto-foto. Foto sendiri, foto berdua, tapi sayang gak ada yang foto bertiga. Ada getar menyesakkan dada saat harus bersanding dengannya. Juga foto keindahan candi. Sungguh hebat yang bikin candi ini, dan sungguh jauh lebih hebat Sang Pencipta orang yang bikin candi ini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 12.30. Kami segera beranjak dari Prambanan, menuju Jogja. Sampai di terminal Jogja, pukul 13.00. Laper nich. Makan bakso yuks. Sehabis sholat dhuhur, segera lanjutkan perjalanan ke tempat mbah Putut di Gunung Kidul. Jauuuuuh. Mata ini sudah tidak mau kompromi lagi. Berat. Berkali-kali otim mengingatkan untuk tidur saja. Kami bertiga tidak banyak ngobrol, masing-masing memang lelah.
Sampai di tempat simbah Putut pukul 16.00 sore. Disuruh nginep. Antara mau dan tidak. Otim harus pulang hari ini soalnya. Wah, dibawain kacang satu karung. Kami pulang pukul 17.00 sore, dianter pake mobil pick up yang “keren abiss”. Kami harus segera ke terminal Jogja dan pulang kembali ke Sumpiuh. Sampai di Jogja pukul 18.40, langsung cari bus jurusan Jogja-Purwokerto. Langsung naik.
Dalam perjalanan, kami menyusun rencana sesampainya di rumahku. Otim kan harus pulang. Diperkirakan sampai rumah jam 22.00 atau 23.00 malem. Selanjutnya semua terlelap. Saya berkali-kali terbangun. Jangan sampai Sumpiuh terlewat. Sesekali melirik wajah manis di sampingku. Tak berani menatap lebih lekat. Hatiku mendesir.
Benar saja, sampai di rumah pukul 23.00. Istirahat sejenak. Saya dan Putut langsung mengantar Otim ke rumahnya. Perjuangan berat. Ada ketakutan di sana. Tidak pernah selarut ini. Alhamdulillah sampai di rumah otim dengan selamat. Saya pamit pulang tanpa terpikir akan ada sedikit awan gelap menutupi aku dan dia.
